Apa Itu DNS?

DNS adalah singkatan dari Domain Name System. Fungsinya menerjemahkan nama domain yang mudah dibaca manusia menjadi alamat jaringan yang dapat digunakan komputer untuk menemukan server.

Ketika Anda mengetik nama domain pada browser, perangkat tidak cukup hanya mengetahui teks tersebut. Browser perlu mengetahui alamat IP yang terkait agar dapat menghubungi server tujuan. DNS menyediakan mekanisme untuk mendapatkan informasi itu.

Di LifeMagma, DNS termasuk konsep dasar internet yang penting karena banyak masalah akses website sebenarnya berkaitan dengan proses resolusi nama, bukan halaman web itu sendiri.

1. Bagaimana Proses DNS Lookup Berlangsung?

Proses dapat sedikit berbeda karena cache, konfigurasi jaringan, dan jenis resolver, tetapi gambaran umumnya seperti berikut:

  1. Pengguna memasukkan domain di browser.
  2. Perangkat atau browser memeriksa apakah hasil DNS sudah tersimpan dalam cache.
  3. Jika belum tersedia, query dikirim ke recursive resolver.
  4. Resolver mencari jawaban melalui infrastruktur DNS, termasuk root, TLD, dan authoritative nameserver bila diperlukan.
  5. Alamat IP dikembalikan ke perangkat.
  6. Browser kemudian dapat mencoba menghubungi server pada alamat tersebut.

Proses ini biasanya berlangsung sangat cepat sehingga pengguna tidak menyadari adanya beberapa tahap di belakang layar.

2. Mengenal Recursive Resolver, Root, TLD, dan Authoritative Nameserver

Recursive resolver menerima pertanyaan dari perangkat pengguna dan mencari jawaban. Resolver dapat dijalankan ISP, perusahaan, atau penyedia DNS publik.

Root nameserver membantu mengarahkan pencarian ke server untuk top-level domain yang relevan. TLD nameserver kemudian mengarahkan resolver ke authoritative nameserver yang mengetahui record domain tersebut. Authoritative nameserver merupakan sumber yang menyediakan jawaban DNS untuk zona yang dikelolanya.

Karena ada beberapa lapisan, gangguan di salah satu bagian dapat memengaruhi kemampuan domain untuk di-resolve.

3. Apa Itu DNS Record?

DNS tidak hanya memetakan domain ke satu IP. Ada berbagai jenis record dengan fungsi berbeda.

RecordFungsi umum
AMengarahkan nama host ke alamat IPv4.
AAAAMengarahkan nama host ke alamat IPv6.
CNAMEMembuat nama host menjadi alias untuk nama lain.
MXMenentukan server penerima email untuk domain.
TXTMenyimpan teks yang sering digunakan untuk verifikasi dan kebijakan tertentu.
NSMenunjukkan nameserver yang berwenang untuk zona.

4. Mengapa DNS Menggunakan Cache?

Jika setiap permintaan harus selalu menelusuri seluruh rantai DNS, proses akan lebih lambat dan menghasilkan lebih banyak trafik. Karena itu, hasil DNS dapat disimpan sementara sesuai nilai TTL.

DNS cache berbeda dari cache browser untuk gambar, CSS, atau JavaScript. Keduanya sama-sama menyimpan data sementara, tetapi data yang disimpan berbeda. Untuk memahami perbedaannya, baca artikel perbedaan cache, cookie, dan session.

Cache juga menjelaskan mengapa perubahan DNS terkadang belum terlihat sama untuk semua pengguna. Resolver yang masih memiliki jawaban lama dapat terus menggunakannya sampai masa cache berakhir.

5. Apa yang Terjadi Jika DNS Bermasalah?

Jika resolver tidak dapat menemukan jawaban, browser dapat menampilkan error seperti domain tidak ditemukan atau DNS resolution failed. Namun, tidak semua error akses berasal dari DNS. Server down, koneksi putus, firewall, atau browser juga dapat menghasilkan kegagalan akses.

Karena itu, troubleshooting sebaiknya dimulai dengan membandingkan akses melalui website lain, browser lain, perangkat lain, atau jaringan lain. Panduan lengkapnya dapat dibaca pada artikel mengapa website tidak bisa dibuka.

6. Apakah DNS Berhubungan dengan Keamanan?

DNS pada desain awalnya tidak dibuat untuk menjamin integritas setiap jawaban. Teknologi seperti DNSSEC dikembangkan untuk membantu memverifikasi keaslian data DNS tertentu. Ada juga DNS over HTTPS dan DNS over TLS yang mengenkripsi komunikasi antara klien dan resolver pada skenario tertentu.

Meski demikian, menggunakan resolver tertentu tidak menggantikan kebutuhan memeriksa domain, HTTPS, dan keamanan halaman yang sedang digunakan.

Ringkasnya:

Domain adalah nama yang Anda ketik. DNS membantu menemukan alamat jaringan. Setelah alamat ditemukan, browser baru dapat memulai komunikasi dengan server website.

Kesimpulan

DNS adalah salah satu fondasi internet yang membuat manusia dapat menggunakan nama domain tanpa harus mengingat alamat IP. Dengan memahami resolver, nameserver, record, dan cache, pengguna dapat lebih mudah memahami mengapa sebuah website dapat diakses, mengapa perubahan domain membutuhkan waktu, dan mengapa error DNS berbeda dari server down.

Logo Tim Editorial LifeMagma

Tim Editorial LifeMagma

Tim editorial LifeMagma menyusun konten mengenai teknologi, internet, keamanan online, panduan digital, platform digital, dan kehidupan digital dengan fokus pada penjelasan yang praktis dan mudah dipahami.